Contoh Skripsi

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Skripsi Ekonomi Pembangunan DAMPAK KEBIJAKAN LOAN TO VALUE TERHADAP PERMINTAAN PROPERTI DI KOTA PEMATANGSIANTAR. Dibawah ini adalah rumusan masalah, batasan masalah, materi penelitian sampai ke metode penelitian mengenai skripsi ini.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada dampak kebijakan loan to value terhadap jumlah permintaan properti di kota Pematangsiantar.

Batasan Masalah
Penelitian ini akan dibatasi terhadap beberapa hal tertentu yang gunanya memudahkan kinerja ataupun proses penelitian ini. Adapun yang menjadi batasan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah:

a. Materi Penelitian
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dampak kebijakan loan to value terhadap permintaan properti di kota Pematangsiantar. Dilihat dari sisi permintaan sebelum dan sesudah diberlakukannya kebijakan. Adapun Properti yang dimaksudkan disini dibatasi hanya bicara mengenai kepemilikan Rumah tipe 70 m2 keatas saja.

b. Objek Penelitian
Adapun objek penelitian yang diamaksud adalah perusahaan atau pengembang yang berada di kawasan kota Pematangsiantar.

Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya dampak dari kebijakan dari Bank Indonesia berupa pembatasan rasio Loan to value terhadap permintaan properti di kota Pematangsiantar. Dampak yang dimaksud diukur dengan memperbandingkan perimintaan konsumen sebelum dan sesudah diberlakukannya kebijakan Loan to value tersebut.

Jenis Penelitian
Jenis Penelitian ini adalah penelitian komparatif atau penelitian komparasi. Analisis komparatif atau uji perbedaan ini juga disebut dengan uji signifikansi (test of significance). Analisis komparatif adalah bentuk analisis variabel (data) untuk mengetahui perbedaan di antara dua kelompok data (variabel) atau lebih (Hasan, 2004:116).

Menguji hipotesis komparatif berarti menguji parameter populasi yang berbentuk perbandingan melalui ukuran sampel yang juga berbentuk perbandingan (Sugiyono, 2006:115). Ada 2 jenis analisis komparatif yakni komparatif dua sampel dan komparatif k sampel (komparatif antara lebih dari dua sampel). Khusus penelitian ini menggunakan jenis analisis komparatif dua sampel berkorelasi untuk data ordinal. Penulis menggunakan aplikasi SPSS versi 17.0 untuk mengolah data.

Jenis dan Sumber data
Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Menurut Hasan (2004:19) data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan langsung di lapangan oleh peneliti ataupun orang orang yang memerlukannya.

Adapun data ini dikumpulkan melalui observasi langsung ke lapangan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah Data time Series yaitu data yang terkumpul dari waktu ke waktu untuk memberikan gambaran perkembangan suatu kegiatan ataupun keadaan (Hasan, 2004:20).

Data dalam penelitian ini antara lain meliputi nama perusahaan pengembang yang menjalankan kegiatan usahanya di kota Pematangsiantar dan jumlah Bangunan yang terjual masing masing perusahaan sebelum dan sesudah kebijakan diberlakukan dari periode Januari sampai dengan Desember

Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer yang pengumpulan datanya melalui observasi dan wawancara langsung ke pengusaha (pengembang) di kota Pematangsiantar.

Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kota Pematangsiantar dengan mengobservasi langsung fisik bangunan dan mewawancarai langsung pengembang yang dimaksud. waktu penelitian mulai bulan maret sampei Mei

Populasi dan Sampel
Populasi menurut Sugiyono (2006:55) adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek /subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Atau dapat dikatakan bahwa populasi merupakan keseluruhan dari objek penelitian yang akan diteliti. Berdasarkan defenisi populasi diatas, maka populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah populasi perusahaan ataupun pengembang yang menjalankan kegiatan usahanya di kota Pematangsiantar yang masih aktif melakukan penjualan. Banyaknya pengembang yang ada adalah sebanyak 12 Perusahaan.

Sampel adalah sebahagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah penentuan sampel secara Purposive sampling. Menurut Sugiyono (2006:61) Sampling purposive adalah tehnik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Tujuan dari penggunaan metode ini adalah untuk mendapatkan sampel yang konsisten dan representatif sesuai dengan kriteria kriteria yang digunakan. Adapun kriteria penentuan sampel dalam penelitian ini adalah:

  1. Pengembang yang masih aktif melakukan penjualan selama tahun 2012. Hal ini dimaksudkan karena kebijakan loan to value mulai efektif berlaku mulai 15 juni 2012, sehingga data yang tersaji dapat jelas terlihat sebelum dan sesudah kebijakan.
  2. Pengembang yang menyediakan (menawarkan) rumah tipe 70 m2 keatas, sesuai dengan isi surat edaran yang mengatakan bahwa tidak semua tipe rumah dikenakan kebijakan. Tipe 70 m2 keatas merupakan objek dari kebijakan ini
  3. Tidak termasuk pengembang yang mengembangkan Rumah toko ataupun. Rumah kantor. Sesuai dengan isi surat edaran yang memutuskan kebijakan loan to value tidak diperuntukkan bagi bangunan bangunan produktif seperti rumah toko dan rumah kantor. Berdasarkan Kriteria tersebut maka sampel perusahaan (pengembang) berjumlah 4 pengembang dengan satu tahun pengamatan.

Demikian tadi adalah rumusan masalah, batasan masalah, materi penelitian sampai ke metode penelitian mengenai Skripsi Ekonomi Pembangunan DAMPAK KEBIJAKAN LOAN TO VALUE TERHADAP PERMINTAAN PROPERTI DI KOTA PEMATANGSIANTAR ini, semoga dapat membantu para mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi.


Artikel lainnya:

Filed under: Ekonomi / Studi Pembangunan

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!