Contoh Skripsi

Download Kumpulan Skripsi Lengkap:

Jual Skripi Ekonomi ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA PERBANKAN YANG GO PUBLIC . Berikut adalah perumusan masalah, tujuan penelitian, jenis penelitian, runag lingkup penelitian dan lain sebagainya yang menyangkut skripsi ini.

Perumusan Masalah
Dalam penyusunan penelitian ini, penulis terlebih dahulu merumuskan masalah sebagai dasar kajian penelitian yang akan dilakukan. Bertitik tolak dari uraian yang telah dijelaskan diatas, maka dapat dirumuskan suatu rumusan masalah yang akan diteliti yaitu:

  1. Apakah variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional(BOPO) secara langsung berpengaruh terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR) pada perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia?
  2. Apakah variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) secara langsung berpengaruh terhadap terjadinya Non Performing Loan (NPL) pada perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia?

Tujuan Penelitian
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini dibandingkan dengan penelitian- penelitian terdahulu berkaitan dengan masih tingginya rasio Non Performing Loan (NPL) pada perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia adalah:

  1. Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR) pada perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia.
  2. Untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel Capital Adequacy Ratio (CAR), Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap terjadinya Non Performing Loan (NPL) pada perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia.

Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian asosiatif kausal. Menurut Umar (2008 : 35) penelitian asosiatif kausal yaitu “jenis penelitian yang berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel memengaruhi variabel lainnya”.

Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini membahas tentang non performing loan pada perusahaan perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dimana difokuskan pada 21 perusahaan perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia, dalam kurun waktu 2005-2011 (7 tahun). Adapun 21 perusahaan perbankan terdiri dari:

1. Bank Agroniaga Tbk
2. Bank Artha Graha Internasional Tbk
3. Bank Bumiputera Indonesia Tbk
4. Bank Central Asia Tbk
5. Bank Mutiara Tbk
6. Bank Danamon Indonesia Tbk
7. Bank Eksekutif Internasional Tbk
8. Bank Internasional Indonesia Tbk
9. Bank Kesawan Tbk
10. Bank Mandiri (Persero) Tbk
11. Bank Mayapada Tbk
12. Bank Mega Tbk
13. Bank Negara Indonesia Tbk
14. Bank Niaga Tbk
15. Bank Nusantara Parahyangan Tbk
16. Bank OCBC NISP Tbk
17. Bank Pan Indonesia
18. Bank Permata Tbk
19. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
20. Bank Swadesi Tbk
21. Bank Victoria Internasional Tbk

Definisi Operasional
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Variabel Bebas (Independent Variable)
Menurut Sarwono (2006 : 38) dalam Rochaety dkk (2007 : 11) variabel independen adalah “variabel stimulus atau variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel ini merupakan variabel yang diukur, dimanipulasi atau dipilih oleh peneliti untuk menentukan hubungannya dengan suatugejala yang akan diobservasi”. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Capital Adequacy Ratio (CAR)
Capital Adequacy Ratio adalah kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan bank dalam mempertahankan modal yang mencukupi dan kemampuan manjemen bank dalam mengidentifikasi, mengukur, mengawasi dan mengontrol resiko-resiko yang timbul yang dapat berpengaruh terhadap besarnya modal. Perhitungan Capital Adequacy Ratio didasarkan pada prinsip bahwa setiap penanaman yang mengandung resiko harus disediakan jumlah modal sebesar persentase tertentu terhadap jumlah penanamannya.

b. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan perbandingan antara laba (sebelum pajak) dengan total aset bank, rasio ini menunjukkan tingkat efisiensi pengelolaan aset yang dilakukan oleh bank yang bersangkutan. ROA merupakan indikator kemampuan perbankan untuk memperoleh laba atas sejumlah aset yang dimiliki oleh bank.

c. Net Interest Margin (NIM)
Net Interest Margin adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga.

Semakin besar rasio ini maka meningkatkan pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil, sebaliknya ketika NIM menunjukkan persentase yang minim, maka akan terjadi kecenderungan munculnya kredit macet.

d. Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO)
Rasio yang sering disebut rasio efisiensi ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam emngendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasionalyang dikeluarkan bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil.

Biaya operasional dihitung berdasarkan penjumlahan dari total beban bunga dan total beban operasional lainnya. Pendapatan operasional adalah penjumlahan dari total pendapatan bunga dan total pendapatan operasional lainnya.

2. Variabel Terikat (Dependent Variable)
Menurut Sarwono (2006 : 38) dalam Rochaety dkk (2007 : 11) variabel dependen merupakan “variabel yang memberikan reaksi/respons jika dihubungkan dengan variabel bebas. Variabel terikat merupakan variabel yang diamati dan diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh variabel bebas”. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah:

a. Loan to Deposit Ratio (LDR)
Loan to Deposit Ratio merupakan rasio yang mengukur kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dipenuhi.

Kewajiban tersebut berupa call money yang harus dipenuhi pada saat adanya kewajiban kliring, dimana pemenuhannya dilakukan dari aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. LDR menggambarkan kemampuan bank membayar kembali penarikan yang dilakukan nasabah deposan dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya.

b. Non Performing Loan (NPL)
Kredit bermasalah atau problem loan dapat diartikan sebagai pinjaman yang mengalami kesulitan pelunasan akibat adanya faktor kesengajaan dan atau karena faktor eksternal di luar kemampuan kendali debitur. Kredit bermasalah sering juga disebut non performing loan yang dapat diukur dari kolektibilitasnya.

Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, yaitu berupa data yang berbentuk angka-angka. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain misalnya dalam bentuk tabel- tabel atau diagram-diagram.

Demikian tadi adalah perumusan masalah, tujuan penelitian, jenis penelitian, runag lingkup penelitian dan lain sebagainya yang menyangkut Jual Skripi Ekonomi ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA NON PERFORMING LOAN (NPL) PADA PERBANKAN YANG GO PUBLIC ini.


Artikel lainnya:

Filed under: Ekonomi / Studi Pembangunan

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!